Filsafat Kandayu Parawei Sebagai Etika Religius Hindu Kaharingan di Era Artificial Intelligence
Keywords:
Artificial Intelligence, etika religius , filsafat, Hindu Kaharingan, Kandayu ParaweiAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan berbagai persoalan etis, seperti misinformation, deepfake, plagiarisme, dan ketergantungan terhadap teknologi, yang berpotensi menggeser nilai moral dan religius. Kondisi ini menuntut penguatan etika berbasis kearifan lokal sebagai pedoman dalam pemanfataan AI. Salah satu sumber nilai tersebut terdapat dalam Kandayu Parawei. Penelitian ini bertujuan menganalisis Filsafat Kandayu Parawei serta relevansinya sebagai etika religius dalam menghadapi era Artificial Intelligence. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandayu Parawei mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, pengendalian diri, kebijaksanaan, dan harmoni yang relevan sebagai landasan etis merespons berbagai persoalan AI. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan Kandayu Parawei tidak hanya sebagai warisan budaya religius, tetapi juga sebagai sumber etika dan sistem pengetahuan lokal yang tetap konstektual dalam menghadapi transformasi digital.
Downloads
References
Alazawi, K. A. H., & Subramaniam, N. K. (2025). Assessing public ability to distinguish AI-generated from real news: Accuracy, confidence, and influencing factors. International Journal of Computer Applications, 187(69).
Anggraini, Y. P. A., Susanto, N. W., & Aulia, M. (2025). Integrasi Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal dalam Membangun Kesadaran Ekologis di Masyarakat Melayu Banjar. Jurnal Pendidikan Islam Ta’dibuna, 14(2).
Anzaikhan, M. (2025). Hermeneutika Paul Ricoeur: Dinamika Budaya, Agama, dan Politik Modern. Journal of Islamic Tought and Muslim Culture (JITMC), 6(1).
Astuthi, N. P. R. (2023). Pengaruh pandangan agama Hindu terhadap lingkungan sosial dalam konteks globalisasi. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(5).
Astuti, A. (2025). Etika Penggunaan AI di Sekolah: Menyeimbangkan Inovasi dengan Integritas Akademik. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2).
Efendi, F. K. (2023). Implementasi Tri Hita Karana sebagai asas dalam kehidupan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4).
George, T. (2025). Hermeneutics. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford Encyclopedia of Philosophy. Stanford University.
Heron, H. (2021). Eksistensi dan problematika agama Kaharingan di Kalimantan. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 17(2).
Khasri. (2024). Etika kecerdasan artifisial (AI): Sebuah eksplorasi metaetika atas kebijakan regulasi AI di Indonesia dan internasional. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Keislaman, 24(1).
Najib, M. M. (2023). Teori Hermeneutika Paul Ricoeur dalam Memahami Teks Al-Qur’an. AL ROSYAD Jurnal Keislaman Dan Sosial Humaniora, 1(2).
Otaya, L. G., Tabroni, I., Jayanti, D., Wahab, A., Lutfie, M., Nurjannah, H. S. H., Nursaeni, D., & Indra, I. M. (2023). Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research). Tahta Media Group.
Pornia, S. (2020). Kandayu Pada Pelaksanaan Basarah di Desa Tumbang Kuayan Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas (Kajian Teologi Hindu Kaharingan) [Skripsi]. IAHN Tampung Penyang.
Pudasaini, S. (2025). Survey on AI-Generated Plagiarism Detection: The Impact of Large Language Models on Academic Integrity. Journal of Academic Ethics, 23(3).
Puspayanti, A., Lasmawan, I. W., & Suharta, I. G. P. (2023). Konsep Tri Hita Karana untuk pengembangan budaya harmoni melalui pendidikan karakter. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 11(1).
Raharjo, S. H., Ningrum, S. U. D., & Masbukhin, F. A. A. (2025). Harmoni manusia, alam, dan Tuhan dalam praktik Tri Hita Karana pada pendidikan lingkungan hidup di Desa Krisik. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(1).
Santoso, J. T. (2025). Teknologi AI (Artificial Intelligence). Yayasan Prima Agus Teknik.
Simpei, B. R. (2016). Kamus Pengantar Ngaju—Indonesia (Edisi Khusus Pelajar Kota Palangka Raya. PT. Sinar Bagawan Khatulistiwa.
Sudijanto, S. D., & Suharjono, A. (2025). Pendekatan Hermeneutika Ricoeur dalam Teologi Inklusif untuk Menanggapi Konflik Etnis dan Budaya di Masyarakat Multikultural. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(1).
Suja, I. W., & Murti, I. G. R. S. (2022). Konservasi lingkungan dalam sinergi sains dan agama Hindu. Veda Jyotih: Jurnal Agama Dan Sains, 1(1).
Sukrawati, N. (2020). Nilai karakter dan tujuan pendidikan Hindu. Dharmasmrti: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Hindu, 20(1).
Sungkar, S. (2023). Hermeneutika Paul Ricoeur. 9(3).
Tim, P. (1995). Talatah Basarah Penuntun Persembahyangan. Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan.
Tim, P. (2009). Panaturan. Widya Dharma.
Wainarisi, Y. O. R., & Tumbol, S. N. (2022). Pergeseran makna Sungai Kahayan bagi masyarakat Dayak Ngaju di Desa Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau. Journal of Moral and Civic Education, 6(1).
Widhiyana, M., Patra, N. K. S. D., & Elisa, P. V. (2026). Hukum Hindu sebagai sumber etika dan moral bagi mahasiswa. Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner, 10(5).
Widjaja, G. (2025). Deepfake dan Masa Depan Kebenaran: Implikasi Etis dan Sosial. Berajah Journal, 5(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Budi Purnomo, Kunti Ayu Vedanti, Megawati Megawati, Ervantia Restulita L. Sigai, Wayan Gepu, Cinta Laura

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Manuscripts published in The Proceedings of the IAHN-TP Palangka Raya National Seminar are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Under this license, readers and authors are free to:
- Share: Copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt: Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.

