Peran Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Pengelolaan Galeri Seni Berbasis Budaya Hindu: Studi Kasus Galeri Lewu Di Kota Palangka Raya

Authors

  • Luh Maya Rani IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Handoko Handoko IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Kadek Sukiada IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Keywords:

Kecerdasan Buatan,, Galeri Seni,, Budaya Hindu,, Wisata Edukasi,, Transformasi Digital,

Abstract

Transformasi digital yang didorong oleh perkembangan Kecerdasan  Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan galeri seni dan wisata budaya. Galeri Lewu sebagai ruang seni independen di Kota Palangka Raya menghadapi tantangan dalam mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan perilaku masyarakat dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam pengelolaan Galeri Lewu sebagai wisata edukasi berbasis budaya Hindu serta mengidentifikasi harmonisasi antara teknologi digital dan nilai-nilai budaya Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi  kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik, pengelola, seniman, dan pengunjung Galeri Lewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran strategis dalam pemasaran digital, personalisasi pengalaman pengunjung, manajemen koleksi, dan pengembangan konten edukasi nteraktif. Namun implementasi AI menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, pendanaan, serta kekhawatiran tergerusnya nilai budaya lokal. Dalam perspektif Hindu, penerapan AI perlu dilakukan secara bijaksana (satyam), tidak merusak (ahimsa), dan tetap menghormati nilai spiritual (dharma). Penelitian merekomendasikan pengembangan model pengelolaan galeri yang mengintegrasikan AI secara selektif tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan spiritual Galeri Lewu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Handayani, S., Wijaya, A., & Septiani, R. (2020). Dampak Wisata Budaya terhadap Keberlanjutan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal (Studi pada Desa Wisata). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 78-92.

Johnson, M. (2021). Machine Learning for Museum Curation: Opportunities and Challenges. Journal of Cultural Heritage, 48, 156-165.

Miles, M.B., Huberman, A.M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyono, B. (2018). Etika Hindu dan Tantangan Teknologi Digital. Pustaka Hindu.

Qalby, S. A., Khadijah, U. L., & Nugeraha, A. (2019). Peran Selasar Sunaryo Art Space sebagai Daya Tarik Wisata Edukasi di Kota Bandung. Journal of Sustainable Tourism Research, 1(1), 12-16.

Rogers, E. M. (1962). Diffusion of Innovations. Free Press.

Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.

Sartre, J.-P. (1946). Existentialism is a Humanism. Methuen.

Siregar, R. A. (2023). Strategi Pengembangan Museum dan Galeri di Daerah Pinggiran: Studi Kasus di Sumatera Utara [Disertasi]. Universitas Indonesia.

Suminar, L., Setiawan, B., & Nugrahandika, W. H. (2017). Pemanfaatan Galeri Seni Sebagai Ruang Publik di Yogyakarta. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI, E001-E006.

Titib, I. M. (2003). Teologi dan Simbol-simbol dalam Agama Hindu. Paramita.

Wijayanti, A. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Edukasi di Kota Yogyakarta. Deepublish.

Zhou, L., Wang, Y., & Chen, X. (2022). Artificial Intelligence for Cultural Heritage Conservation: A Systematic Review. Heritage Science, 10(1), 1-18.

Downloads

Published

2026-10-16