Filosofi Hari Suci Galungan Upaya Kemenangan Dharma Bagi Umat Hindu Nusantara

Authors

  • Ni Wayan Gateri IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • I Ketut Subagiasta IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Keywords:

Filosofi,, Galungan,, Kemenangan Dharma,, Umat Hindu

Abstract

Hari Suci Galungan merupakan perayaan keagamaan umat Hindu Nusantara yang memiliki makna filosofis sebagai perwujudan kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (ketidakbenaran). Perayaan ini dilaksanakan berdasarkan sistem kalender Hindu pawukon setiap 210 hari, tepatnya pada hari Budha Kliwon Wuku Dunggulan. Rangkaian perayaan Galungan diawali dengan Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh, sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan anugerah kepada Sang Hyang Sangkara agar tumbuh-tumbuhan tumbuh subur dan menghasilkan buah yang melimpah. Selanjutnya, rangkaian dilanjutkan dengan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali sebagai momentum penyucian alam semesta dan diri manusia secara lahir batin. Pada Wuku Dunggulan, umat Hindu melaksanakan Panyekeban, Pengejukan, dan Penampahan sebagai bagian dari pengendalian hawa nafsu, pengekangan sifat negatif, serta persiapan menyambut puncak perayaan Galungan. Pada hari Galungan, umat Hindu melaksanakan persembahyangan sebagai ungkapan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan penghormatan kepada leluhur, yang dilanjutkan dengan Umanis Galungan sebagai momentum mempererat persaudaraan dan membangun keharmonisan. Secara filosofis, rangkaian perayaan ini mengandung pesan untuk menundukkan Tri Kala Galungan dan berbagai kecenderungan negatif yang bersumber dari dalam diri, seperti keserakahan, kemarahan, kebencian, kebohongan, dan perilaku tidak terpuji lainnya. Dengan demikian, Galungan tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum introspeksi dan pembentukan karakter melalui penguatan nilai kebenaran, kebajikan, kejujuran, kemuliaan, serta keharmonisan berdasarkan filosofi Tri Hita Karana. Pemaknaan tersebut diharapkan dapat mendorong umat Hindu Nusantara untuk mengamalkan ajaran dharma dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan lingkungan, sehingga kemenangan dharma atas adharma terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Donder, I Ketut. 2006. Brahmavidya: Teologi Kasih Semesta. Kritik terhadap Epistemologi Teologi, Klaim Kebenaran, Program Misi, Komparasi Teologi dan Konversi. Surabaya:Paramita.

Donder, I Ketut. 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya:Paramita.

Donder, I Ketut, 2009. Teologi : Memasuki Gerbang Ilmu Pengetahuan Ilmiah tentang Tuhan Paradigma Sanatana Dharma. Surabaya:Paramita.

Donder, I Ketut dan I Ketut Wisarja. 2010. Filsafat Ilmu. Surabaya:Paramita.

Hadiwijono, Harus. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 1. Sleman:Kanisius.

Hadiwijono, Harus. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Sleman:Kanisius.

Kajeng, I Nyoman dkk. 2009. Sarasamuscatya. Surabaya:Paramita.

Isfaroh.2024. Filsafat Dan Filsafat Ilmu.Yogyakarta:Anak Hebat Indonesia.

Madrasuta, Ngakan Made. 2012. Hindu Menjawab. Jakarta:Media Hindu.

Mantik, Agus S. 2008. Upanisad-Upanisad Utama. Surabaya:Paramita.

Maswinara. 2008. Purana. Surabaya:Paramita.

Pendit, Nyoman, S. 1994. Bhagavad Gita. Jakarta:HanomanSakti.

Pudja G. dan Tjokorda Rai Sudharta. 2002. Manawadharmasastra. Jakarta : CV Felita Nursatama Lestari.

Pudja. 2004. Bhagawadgita. Surabaya:Paramita.

Putra, Ngakan Putu. 2012. Upanisad Himalaya Jiwa. Jakarta:Media Hindu.

Putra, Ngakan Putu. 2019. Manusia Hindu. Jakarta:Media Hindu.

Putra, Ida Bagus Rai, dkk. (Ed). 2013. Swastikarana Pedoman Ajaran Hindu Dharma. Denpasar:PT Mabhakti.

Puspa, Ida Ayu Tary. 2018. Teologi Hindu Anak Suputra Pada Era Globalsasi.Surabaya:Paramita.

Radhakrishnan, S. 2013. Pandangan Hidup Hindu (The Hindu View of Life). Jakarta:Media Hindu.

Shastri, 2022. Siva Purana. Tlah diterbitkan. Ada Aplikasi

Singer, I Wayan. 2015. Pendidikan Karakter Berlandaskan Tri Kaya Parisudha. Denpasar : Manikgeni.

Singh, T.D. 2010. Vedanta & Sains Tentang Fenomena Penuaan. Denpasar:Bhakti:Vedanta.

Sivananda, Sri Svami. 2003. Inti Sari Agama Hindu. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2006. Saiva Siddhanta. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2006. Tattwa Hindu Bagi Pandita dan Pamangku. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2009. Reformasi Agama Hindu Dalam Perubahan Sosial di Bali 1950--1959. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2011. Hari Suci Hindu. Denpasar:Bali Post.

Subagiasta, I Ketut. 2012. Praktek Agama Hindu. Denpasar : Bali Post.

Subagiasta, I Ketut. 2015. Filsafat Saiva Siddhanta. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2018. Filosofi Ritual Hindu. Surabaya:Paramita.

Subagiasta, I Ketut. 2024. Fiosofi Keluaga Sukhinah. Denpasar:Dharma Pustaka Utama.

Subagiasta, I Ketut.2024. Moderasi Beragama.Perspektif Filsafat Hindu. Denpasr:Dharma Pustaka Utama.

Subagiasta, I Ketut. 2025. Filosofi Kepanditaan. Denpasar:Dharma Pustaka Utama

Subagiasta, I Ketut dan Ni Wayan Gateri. 2025. Filosofi Teologi Hindu dan Upacara Agama. Denpasar:Dharma Pustaka Utama.

Wirawan, I Made Adi. 2011. Tri Hita Karana Kajian Teologi, Sosiologi, dan Ekologi Menurut Veda. Srabaya:Paramita.

Downloads

Published

2026-10-16