Integrasi Nilai-Nilai Ekologis dan Moderasi Beragama dalam Filosofi Nyepi pada Masyarakat Multikultural
Kata Kunci:
Filosofi, Nyepi, Ekologi, Moderasi BeragamaAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya krisis ekologis dan kompleksitas kehidupan masyarakat multikultural yang menuntut integrasi nilai spiritual, sosial, dan lingkungan secara holistik. Filosofi Hari Raya Nyepi dalam tradisi Hindu dipandang memiliki relevansi penting karena mengandung ajaran keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam filosofi Nyepi dalam perspektif ekologis serta mengkaji kontribusinya dalam memperkuat moderasi beragama secara integral. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan pendekatan interpretatif-filosofis untuk mengungkap makna dan nilai-nilai filosofis Nyepi secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyepi tidak hanya berorientasi pada penyucian spiritual, tetapi juga mengandung nilai ekologis dan sosial yang universal. Prinsip Catur Brata Penyepian mendorong pengendalian diri, keseimbangan batin, serta kesadaran relasional antara manusia, Tuhan, dan alam. Secara ekologis, Nyepi berimplikasi nyata pada penurunan polusi dan pemulihan lingkungan secara temporer. Selain itu, nilai toleransi, harmoni, dan saling menghormati dalam praktik Nyepi berkontribusi dalam memperkuat moderasi beragama di masyarakat multikultural. Integrasi ini, yang berakar pada konsep Tri Hita Karana, menghadirkan paradigma kehidupan yang seimbang dan berkelanjutan, sehingga menjadikan filosofi Nyepi relevan sebagai model etika global dalam merespons tantangan ekologis dan keberagaman.
Unduhan
Referensi
Afwadzi, B., Miski, M., & Rohmana, W. I. M. (2023). Religious moderation based on the Ministry of Religious Affairs' perspective: a study on Islamic universities in Malang. Penamas, 36(1), 1-17. https://doi.org/10.31330/penamas.v36i1.649
Aprilina, K., et al. (2023). Hubungan Antara Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) dan Suhu Udara Terhadap Intervensi Antropogenik (Studi Kasus Nyepi 2015 Di Bali). Jurnal Meteorologi dan Geofisika. https://doi.org/10.31172/jmg.v17i1.397
Fahri, M., & Zainuri, A. (2020). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5640
Hardianta, I. N. M. (2024). Revitalisasi Nilai-Nilai Hindu Dalam Tradisi Nyepi: Strategi Ketahanan Budaya dan Spiritual di Tengah Krisis Global. ?RUTI: Jurnal Agama Hindu. https://jurnal.ekadanta.org/index.php/sruti/article/view/621
Kafi, M. K., et al. (2025). Moderasi Beragama dalam Konteks Kontemporer. Jurnal GAPAI, 3(1).
Kusuma, I. W., & Mahendra, M. S. (2021). Dampak Hari Raya Nyepi Terhadap Kualitas Udara di Bali. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 123–132. https://doi.org/10.14710/jil.19.2.123-132
Mudana, I. G. (2021). Nilai-Nilai Multikultural dalam Perayaan Nyepi di Bali. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(1), 45–56. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JABI/article/view/53582
Mursalat, M., & Siswoyo, A. (2023). Analisis Gerakan Moderasi Beragama Kementerian Agama di Era Digital. Journal of Religious Policy, 3(2), 243-276. DOI:10.31330/repo.v3i2.78
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gede Arya Juni Arta, Nyoman Sarma

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

