The Synergy of Islamic and Hindu Teachings in Promoting Religious Moderation and Interfaith Harmony
Sinergi Ajaran Islam dan Hindu dalam Mendorong Moderasi Beragama dan Kerukunan Antarumat
Kata Kunci:
Moderasi Beragama, Kerukunan Antarumat, Islam, Hindu, Sinergi NilaiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana sinergi ajaran Islam dan Hindu dalam mendorong moderasi beragama serta memperkuat kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat beragam agama. Pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai di tengah keberagaman baik tradisi, budaya dan agama yang berpotensi menimbulkan konflik. Penelitian ini menggunakan metode (Library research) kajian pustaka dengan mengkaji literatur ilmiah, penelitian terdahulu dan kitab suci yang relevan. Analisis data yang dilakukan yaitu deskriptif analisis untuk mengidentifikasi nilai-nilai moderasi beragama antar kedua agama. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Islam nilai moderasi beragama tercermin dalam prinsip al-wasathiyah yang menekankan pada aspek toleransi, keseimbangan dan keadilan. Sedangkan dalam ajaran Hindu nilai moderasi beragama terdapat empat konsep yaitu vasu dewa kutumbakam (persaudaraan), tri hita (tiga penyebab kebahagiaan), Catur Paramita (empat kebajikan/kebaikan) dan Tat twam asi (persamaan harkat dan martabat manusia). Terdapat kesamaan nilai fundamental antara kedua agama. Sinergi nilai-nilai dapat menjadi fondasi kuat dalam memupuk rasa kerukunan antarumat beragama serta mempererat kohesi sosial.
Unduhan
Referensi
Achmad Zuhibin Zuhri, Islam Moderat: Konsep Dan Aktualisasinya Dalam Dinamika Gerakan Islamdi Indonesia, (Lamongan: Academia Publication, 2022), 31.
Abdullah, M. Amin. (2020). Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka.
Azra, Azyumardi. (2019). Moderasi Islam di Indonesia: Dari Ajaran ke Praktik. Jakarta: Kencana.
Aziz, M. A. (2022). Pendidikan Moderasi Beragama dan Tantangannya di Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 101-118.https://doi.org/10.24252/jpi.v14i2.2022
Giddens, A. (2000). The third way and its critics. Polity Press.
Geertz, Clifford. (1963). The Religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.
Hefni, W. (2020). Moderasi Beragama dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182.
Ilma Faizatul S. (2025). Moderasi Beragama Pada Agama Besar Dunia Dan Bagaimana Implementasinya Untuk Menciptakan Perdamaian. ICES: International Conference on Education and Sharia, Vol 2, Issue 1, 2025.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Madjid, Nurcholish. (2008). Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan. Jakarta: Paramadina.
Muhammad Abduh, Risalat al-Tawhid, Kairo: Dar al-Manar, 1970. 109.
Muhamad Slamet Yahya, Huzdaeni Rahmawati, Ni’mah, Z. (2022). Religious Moderation with the Concept of Ummatan Wasathan: Tafsir Al-Qur’an surah al-Baqarah verse 143 through Ma’na Cum Maghza. Al-Fikru: Jurnal Ilmiah, 16(2), 326–335. https://doi.org/https://doi.org/10.51672/alfikru.v16i2.158
Qardhawi, Yusuf. (2011). Fiqh al-Wasathiyah al-Islamiyah. Kairo: Dar al-Syuruq.
Riskayanti, N. L. (2025). Konsep ahimsa diera modern:Relevansi Dan Tantangan Dalam Konteks Global.Swara Widya: Jurnal Agama Hindu,5(1),61-71.https://journal.mpukuturan.ac.id/index.php/swarawidya/article/view/843.
Rizaty, M. A. (2022). Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam pada 2022. DataIndonesia.id.https://dataindonesia.id/ragam/detail/mayoritas-penduduk indonesia-beragama-islam-pada-2022.
Sayyid Quthb. Fi Zhilal al-Qur9an, Juz 7. Kairo: Dar al-Syuruq, 1997.
Shafwan, M. H. (2022). Konsep Wasathiyah Dalam Beragama Perspektif Hadis Nabawi. Studia Religia?: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 6(1), 166–174. https://journal.um-surabaya.ac.id/Studia/article/view/13187.
Stozmp, Piotr, 2004, “Sosiologi Perubahan Sosial”, Jakarta, Prenada media.
Titib, I Made. (2003). Teologi dan Simbol-simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Triguna, I. Y. (2018). Konsep Ketuhanan Dan Kemanusiaan Dalam Hindu. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 18(1), 71–83.
Yudi Latif. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ayu Fitriana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

