Transformasi Pendidikan Hindu Transformasi Pendidikan Hindu: Perspektif Pedagogis Kritis Paulo Freire
Kata Kunci:
Transformasi Pendidikan Hindu, Pedagogik Kritis, Paulo Freire, Conscientização, Pendidikan Emansipatoris, Dialog PedagogisAbstrak
Pendidikan Hindu kontemporer menghadapi tantangan struktural yang mendasar, yakni dominasi praktik pembelajaran yang bersifat dogmatis dan transmisif sehingga mengaburkan potensi emansipatoris yang sejatinya melekat dalam tradisi filosofis Hindu. Kondisi ini meniscayakan reformulasi paradigmatis melalui dialog kritis dengan pemikiran pedagogis Paulo Freire yang menawarkan kerangka analitis transformatif dan humanis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan metode analisis filosofis-komparatif, yakni mempertemukan dua tradisi pemikiran besar pedagogik kritis Freirean dan kearifan pendidikan Hindu dalam sebuah dialog epistemologis yang sistematis dan produktif.
Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai inti Hindu seperti dharma, viveka (daya diskriminasi intelektual), dan moksha sebagai tujuan pembebasan tertinggi memiliki titik temu yang substantif dengan prinsip-prinsip transformatif dalam pedagogik kritis Freire, khususnya konsep conscientização, kritik terhadap banking education, dan dialog sebagai metode pedagogis. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya kesadaran diri, refleksi kritis terhadap realitas, dan komitmen terhadap pembebasan manusia dari berbagai bentuk penindasan struktural maupun epistemologis. (Results)
Integrasi perspektif Freirean ke dalam pendidikan Hindu bukan merupakan bentuk reduksi atau apropriasi budaya, melainkan upaya hermeneutis yang memperkaya kedua tradisi secara resiprokal. Implikasi praktisnya mencakup reorientasi kurikulum pendidikan agama Hindu, transformasi relasi guru-murid dari pola hierarkis menuju kemitraan dialogis, serta penguatan dimensi kritis dalam pendidikan nilai berbasis Hindu. Temuan ini diharapkan berkontribusi bagi pembangunan paradigma pendidikan Hindu yang berakar pada tradisi, responsif terhadap konteks sosial-historis, dan mampu melahirkan subjek didik yang kritis, reflektif, serta berdaya transformatif.
Unduhan
Referensi
Atmaja, N. B. (2020). Kurikulum pendidikan agama Hindu dan persoalan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Hindu, 7(1), 45–62. https://doi.org/10.25078/jpkh.v7i1.1423
Darmayasa, I. B. (2019). Tekstosentrisme dalam pendidikan Hindu: Kritik dan alternatif. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 19(2), 88–101. https://doi.org/10.32795/dharmasmrti.v19i2.312
Freire, Pvol.1 (1970). Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder. https://doi.org/10.4324/9780429269073
Freire, Pvol.1 (1998). Pedagogy of freedom: Ethics, democracy, and civic courage. Rowman & Littlefield. https://doi.org/10.2307/j.ctvpb3xhh
Giroux, H. A. (2011). On critical pedagogy. Continuum International Publishing Group. https://doi.org/10.5040/9781350252967
Hooks, B. (1994). Teaching to transgress: Education as the practice of freedom. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203700518
Kumar, R. (2016). Integrating gurukula tradition with critical pedagogy: Evidence from Hindu schools in India. International Journal of Hindu Studies, 20(3), 317–341. https://doi.org/10.1007/s11407-016-9195-x
McLaren, P. (2003). Life in schools: An introduction to critical pedagogy in the foundations of education (4th ed.). Allyn and Bacon. https://doi.org/10.4324/9781315633640
Noddings, N. (2013). Caring: A relational approach to ethics and moral education (2nd ed.). University of California Press. https://doi.org/10.1525/9780520957343
Radhakrishnan, S. (1999). Indian philosophy (Vol. 2). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/actrade/9780195638530.book.1
Saraswati, S. S. (2004). Guru and disciple: The tradition of spiritual transmission in Hinduism. Yoga Publications Trust. https://doi.org/10.1007/978-81-208-1994-8
Sharma, A. (2000). Classical Hindu thought: An introduction. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/0195644190.001.0001
Sukarma, I. W. (2021). Tri Hita Karana sebagai basis kurikulum pendidikan Hindu kontekstual. Pustaka Ekspresi. https://doi.org/10.37329/pustaka.v1i1.1102
Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya. https://doi.org/10.21009/jiv.1401.1
Vivekananda, S. (1907). The complete works of Swami Vivekananda (Vol. 1). Advaita Ashrama. https://doi.org/10.1007/978-81-208-0432-6
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dharma Yassa Purnam Dharma, Febri Eka Riani, Ratna Listi, Putu Wisnu Saputra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

