Moderasi Beragama dalam Perspektif Hindu: Aktualisasi Nilai Nyepi di Era Modern

Penulis

  • Rosali Rosali IAHN-TP
  • Lira Lira IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Osen Osen IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Kata Kunci:

Indonesia

Abstrak

ABSTRAK

Moderasi beragama merupakan perekat sosial di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Dalam perspektif Hindu, nilai-nilai moderasi ini tersirat kuat dalam esensi perayaan Hari Suci Nyepi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai Nyepi—khususnya Catur Brata Penyepian—sebagai instrumen moderasi beragama di era modern yang penuh dengan dinamika digital dan Polarisasi sosial. Menggunakan metode kualitatif studi pustaka (library research), penelitian ini mengkaji teks-teks keagamaan Hindu serta relevansinya dengan realitas kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelunganan, Amati Lelanguan bukan sekadar ritual isolasi diri, melainkan sebuah laku moderasi untuk mengendalikan ego (geni), membangun harmoni (tat twam asi), dan menjaga keseimbangan alam semesta (tri hita karana). Di era modern, Nyepi diaktualisasikan sebagai momentum digital detox dan refleksi kritis demi mewujudkan toleransi yang substantif.

Kata Kunci : Moderasi Beragama, Hindu, Nyepi, Era Modern, Catur Brata Penyepian.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Kementerian Agama RI. (2019). Implementasi Moderasi Beragama dalam Konteks Kebinekaan. Jakarta: Kemenag RI.

Radhakrishnan, S. (2009). The Hindu View of Life. London: HarperCollins.

Sudiana, I Gusti Ngurah. (2017). Filsafat Hari Raya Hindu. Denpasar: UNHI Press.

Titib, I Made. (2003). Teologi Hindu: Pengajaran dan Penerapannya. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. (2007). Tri Hita Karana: Menurut Konsep Hindu. Surabaya: Paramita.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-29