Ogoh-Ogoh sebagai Wahana Eksternalisasi Sad Ripu Digital: Inovasi Pembelajaran Karakter Anti-Adiksi dalam Pendidikan Agama Hindu

Penulis

  • Osen Osen IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Lira Lira IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Rosali Rosali IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Imelsi Imelsi IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Teho Teho IAHN Tampung Penyang Palangka Raya
  • Putu Wisnu Saputra IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Kata Kunci:

Ogoh-Ogoh, Sad Ripu, Adiksi Digital, Pendidikan Karakter Hindu, Nyepi, Pembelajaran Berbasis Ritual

Abstrak

Adiksi digital merupakan ancaman nyata bagi perkembangan karakter generasi muda Hindu di era digital, namun respons pendidikan agama terhadap fenomena ini masih bersifat reaktif dan tidak berakar pada tradisi teologis Hindu itu sendiri. Penelitian konseptual ini mengajukan sebuah gagasan orisinal: menjadikan ritual Ogoh-Ogoh yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi sebagai wahana pedagogis untuk mengeksternalisasi dan secara simbolis menghancurkan Sad Ripu Digital—adaptasi konsep enam musuh batin manusia (kama, lobha, krodha, mada, moha, matsarya) ke dalam tipologi perilaku adiksi digital. Melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan metode hermeneutika tekstual terhadap kitab Bhagavata Purana, Manawa Dharmasastra, dan Lontar Kala Tattwa, serta analisis fenomenologi terhadap pola perilaku digital generasi Z Hindu, penelitian ini berargumen bahwa keenam ekspresi Sad Ripu memiliki manifestasi digital yang terstruktur dan dapat didiagnosis. Kama Digital terwujud sebagai hypersexualized content consumption; Lobha Digital sebagai akumulasi likes dan followers tanpa makna; Krodha Digital sebagai cancel culture dan cyberbullying; Mada Digital sebagai euforia viral yang memabukkan; Moha Digital sebagai filter bubble dan post-truth delusion; dan Matsarya Digital sebagai perbandingan sosial kompulsif di media sosial. Model pembelajaran yang diusulkan mengintegrasikan proses kreatif pembuatan Ogoh-Ogoh sebagai refleksi eksterior dari musuh batin digital, diakhiri dengan upacara pembakaran simbolis sebagai katarsis pedagogis. Model ini menawarkan pendekatan seni-ritual yang indigenous, empiris secara kultural, dan relevan secara psikologis untuk membangun karakter digital yang kuat berdasarkan nilai-nilai dharma Hindu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ardana, I. G. G. (2019). Makna filosofis ritual Ogoh-Ogoh dalam tradisi penyambutan Nyepi di Bali: Kajian hermeneutis Lontar Kala Tattwa. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 19(2), 112–128.

Bhagavata Purana. (2004). (Swami Prabhupada, Trans.). Bhaktivedanta Book Trust.

Duff, B. R. L., & Segijn, C. M. (2019). Media multitasking and the role of Sad Ripu-analogous psychological states: A cross-cultural perspective. Journal of Media Psychology, 31(3), 140–152.

Hamalik, O. (2011). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.

Indrajaya, I. M. (2021). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam ritual Tawur Kasanga menjelang Nyepi: Perspektif pedagogi Hindu. Jurnal PASUPATI, 9(1), 33–50.

Lontar Kala Tattwa. (n.d.). Koleksi Museum Bali, Denpasar. Naskah lontar nomor MB-LT-0047.

Manawa Dharmasastra. (2013). (I. G. Pudja & T. R. Sudharta, Trans., 3rd ed.). Pustaka Mitra Jaya.

Ngurah Oka, I. G. A. (2020). Eksternalisasi Bhuta Kala dalam estetika Ogoh-Ogoh: Semiotika ritual dan makna transendental. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35(1), 21–34.

Pramono, S., & Susanti, D. A. (2022). Ritual berbasis seni sebagai metode pembelajaran karakter: Tinjauan pedagogi kritis. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 44–59.

Ruastiti, N. M. (2018). Ogoh-Ogoh Bali dalam perspektif seni pertunjukan: Transformasi fungsi ritual menjadi media ekspresi komunal. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 33(2), 167–178.

Subagio, I. K. (2022). Sad Ripu dan pengendalian diri dalam Bhagavata Purana: Relevansinya bagi pendidikan moral Hindu kontemporer. Jurnal Widya Dharma, 34(2), 98–115.

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.

Wiana, I. K. (2009). Makna Hari Raya Hindu. Paramita.

Wijaya, I. N. A. (2023). Adiksi media sosial di kalangan remaja Hindu Bali: Studi kasus di SMA Negeri se-Kota Denpasar. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(1), 10–25.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-29