Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Perayaan Nyepi Sebagai Momen Digital Detox
Kata Kunci:
Nyepi Celebration, Digital Detox, Hindu Religious EducationAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan, seperti ketergantungan terhadap perangkat digital, penurunan kualitas interaksi sosial, gangguan kesehatan mental, serta berkurangnya kualitas kehidupan spiritual. Dalam konteks tersebut, perayaan Nyepi sebagai hari suci bagi umat Hindu memiliki makna yang relevan untuk dikaji sebagai bentuk pengendalian diri sekaligus momen digital detox. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam perayaan Nyepi serta mengkaji relevansinya sebagai momen digital detox dalam membangun keseimbangan antara kehidupan digital, kesehatan mental, dan spiritualitas masyarakat modern. Tulisan ini menggunakan metode kepustakaan dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang berkaitan dengan ajaran Hindu, nilai pendidikan agama Hindu, konsep digital detox, dan makna filosofis Nyepi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konsep digital detox dalam perspektif agama Hindu memiliki keselarasan dengan ajaran pengendalian diri dan penyucian batin yang diwujudkan melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam Nyepi meliputi nilai religius dan nilai pendidikan karakter. Perayaan Nyepi juga dapat dimaknai sebagai praktik digital detox yang efektif karena memberikan ruang bagi individu untuk melepaskan diri dari distraksi teknologi, memperkuat refleksi diri, meningkatkan kualitas relasi sosial, serta memperdalam spiritualitas. Dengan demikian, aktualisasi nilai-nilai Nyepi sebagai digital detox menjadi model pendidikan agama Hindu yang kontekstual dalam menghadapi tantangan era digital sekaligus berkontribusi terhadap pembentukan karakter, kesehatan mental, dan penguatan spiritualitas umat Hindu.
Unduhan
Referensi
Ambarsari, L., Irwandi, I., Fatmawati, E., Susanti, P. A., & Fahmi, A. R. (2025). Digital Detox: Dampak Positif Puasa Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Generasi Milenial Dan Gen Z. Akselerasi: Jurnal Ilmiah Nasional, 7(1), 110–121. https://doi.org/10.54783/jin.v7i1.1322
Arka, I. M. (2022). Pengaruh Globalisasi Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dalam Bali Kekinian. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 04(02), 9–20. https://doi.org/10.47532/stsvw567
Astuti, K. W., Tariani, N., Eldayani, W., Arta, I. G., & Gitayani, K. S. (2025). Revitalisasi Pendidikan Agama Hindu di Era Digital: Upaya Membangun Karakter Religius Generasi Muda Hindu. Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(4), 55–75.
Dewantara, G. F., & Dewi, A. K. (2025). Peran Edukasi Literasi Digital dalam Mengurangi Dampak Negatif Media Sosial. Research Journal of Social Economics Empowerment, 1(1), 14–18. https://doi.org/10.31002/rosee.v1i1.2422
Firmansyah, R., Komalasari, Y., Sulastriningsih, R. D., & Mauliana, P. (2026). Peran Digital Detox dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Pelajar di Era Digital. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 11(1), 497–506.
Gateri, N. W. (2021). Makna Hari Raya Nyepi Sebagai Peningkatan Spiritual. Tampung Penyang, 19(2), 150–162.
Jumaisyah, A., Diana, A., Fayya, Y., & Caroline, R. (2026). Kampanye Digital Edukasi Detox Media Sosial bagi Mahasiswa. JURNAL SOCIETAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 26–31.
Mudana, I. W. (2021). Nilai Tradisi Nyepi di Bali. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 3(2), 74–89. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i2.53582
Nisa, F., & Fitriani, W. (2024). Digital Minimalism?: Paradigma Baru Pencegahan Adiksi Internet pada Generasi Z. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 362–370. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.86021
Paramarta, I. M. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Pelaksanaan Tawur Kesanga Hari Raya Nyepi Di Kota Palangka Raya. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 12(1), 35–49.
Rahardaya, A. K., & Kurniawan, F. (2022). Mengontrol Kebebasan Perilaku Menggunakan Teknologi Digital dengan Digital Detox. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 6(1), 106–115.
Susanto, A., Mulyanto, D., Fahrezi, F. D., Savitri, U., Kasianingrum, A., & Rahmadhani, A. (2025). Membangun Kebiasaan Sehat Dalam Penggunaan Teknologi Komunikasi Bagi Siswa Melaui Digital Detox. Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 4(1), 189–197.
Wicaksono, A., Karrel, C., & Palupi, R. (2025). Dampak Gadget Dalam Kesehatan Mental. Jurnal Solo Teknologi, 1(2), 50–53.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gede Dharman Gunawan, Putu Cory Candra Yhani, Ni Putu Sri Pinatih, Niwayan Sukraini, Krisma Natalia, Derson Derson, Mitro Mitro, Serlis Rusandi, Nyoman Urip, Beny Saputra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

