Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Pengetahuan Wariga di Bali
Kata Kunci:
Artificial Intelligence, Wariga, Sistem Waktu, PengembanganAbstrak
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pada upaya pelestarian, pengembangan, dan penyebarluasan pengetahuan tradisional. Salah satu sistem pengetahuan tradisional yang berpotensi memanfaatkan perkembangan tersebut adalah sistem pengetahuan Wariga di Bali, yaitu pengetahuan mengenai sistem waktu yang mencakup aspek astronomi, etnomatematika, sistem penanggalan, padewasan, hingga pewacakan sebagai dasar penafsiran kelahiran. Selama ini pengetahuan Wariga diwariskan melalui media khusus, seperti lontar, kalender tradisional, serta melalui tradisi aguron-guron yang diwariskan oleh sulinggih, termasuk jero mangku dan praktisi Wariga. Kehadiran AI membuka peluang baru dalam mendukung proses pembelajaran, dokumentasi, pengelolaan informasi, dan pengembangan pengetahuan Wariga. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk pemanfaatan AI dalam pengembangan pengetahuan Wariga di Bali serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka yang dianalisis secara deskriptif. Kajian ini menghasilkan pemetaan bentuk pemanfaatan AI yang mencakup Natural Language Processing, Optical Character Recognition, Machine Learning, dan Text and Data Mining, yang berpotensi memperluas akses terhadap pengetahuan Wariga, mendukung pelestarian sumber-sumber pengetahuan, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran dan diseminasi informasi. Namun demikian, pemanfaatannya tetap menghadapi sejumlah tantangan, antara lain validitas informasi, kualitas sumber pengetahuan, konteks budaya, serta perlunya peran praktisi Wariga dalam menjaga akurasi dan otoritas pengetahuan. Oleh karena itu, AI perlu dipahami sebagai sarana pendukung yang dapat memperkuat pengembangan pengetahuan Wariga tanpa menggantikan tradisi, otoritas keilmuan, dan peran para praktisi Wariga di Bali.
Unduhan
Referensi
Ariana, I. B. P. M., & Budayoga, I. B. (2023). Ala Ayuning Dewasa: Ketut Bangbang Gde Rawi (Sebuah Canangsari). Denpasar: ESBE.
Batumalay, M. (2025). Integration of Artificial Intelligence in the Preservation of Regional Arts and Languages: A Digital Humanities Approach in Indonesia. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(9), 303–308. https://doi.org/10.55681/armada.v2i6.1756
Budiani, N. K. A., & Sari, A. P. (2022). Mengenal Padewasan: Keyakinan, Pilihan, dan Harapan. Sanjiwani, 13(2), 188–196. Diambil dari http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/sanjiwani
Chatterjee, S. K. (1997). Balinese Traditional Calendar. Indian Journal of History of Science, 32(4), 325–346.
Ginaya, G. (2018). The Balinese Calendar System: From Its Epistemological Perspective to Axiological Practices. International Journal of Linguistics, Literature, and Culture, 4(3), 24–37. https://doi.org/10.21744/ijllc.v4i3.671
Gislén, L., & Eade, J. C. (2019). The Calendars of Southeast Asia: Malaysia and Indonesia. Journal of Astronomical History and Heritage, 22(3), 447–457.
Gupta, G. E. K. (2026). Jyoti?a dalam Wariga Masyarakat Hindu di Bali: Kajian Astronomi-Astrologi Hindu. Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Denpasar.
Gupta, G. E. K., Sudiana, I. G. N., & Sutarya, I. G. (2026). Education from Veda to Wariga: the Diffusion and Localization of Jyotisa in the Nusantara Context. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 10(1), 154–166. https://doi.org/https://doi.org/10.25078/vidyottama.v10i1.5672
Münster, S., Maiwald, F., di Lenardo, I., Henriksson, J., Isaac, A., Graf, M. M., … Oomen, J. (2024). Artificial Intelligence for Digital Heritage Innovation: Setting up a R&D Agenda for Europe. Heritage, 7, 794–816. https://doi.org/10.3390/heritage7020038
Mutamakin, M. (2018). Analisis Sistem Penanggalan Kalender Caka Bali dalam Perspektif Astronomi. Universitas Islam Negeri Walisongo.
Ngarsih, W. (2019). Wariga: Pengetahuan Perhitungan Waktu Tradisional Bali.
Pebriyani, N. K. A., & Subagia, I. N. (2009). Wariga, Kearifan Lokal untuk Memupuk Kedisiplinan Anak dalam Pendidikan Karakter. Sastra, Bahasas dan Budaya, 150–153.
Perera, M., Vidanaarachchi, R., Chandrashekeran, S., Kennedy, M., Kennedy, B., & Halgamuge, S. (2025). Indigenous Peoples and Artificial Intelligence: A systematic Review and Future Directions. Big Data and Society, 12(2), 1–22. https://doi.org/10.1177/20539517251349170
Prabawa, I. P. R. I., & Wardhana, A. C. (2023). Pengembangan Knowledge Management System Ukiran Kayu Khas Bali Berbasis Artificial Intelligence. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 10(6), 1379–1388. https://doi.org/10.25126/jtiik.2023107576
Putra, I. G. A. D., Dwijayana, I. B. M. G., Budayoga, I. B., & Suarioka, I. K. (2023). Wariga Siddhi. Gianyar: Yayasan Puri Kauhan Ubud.
Putra, I. M. D. M., Sukarsa, I. M., Githa, D. P., & Wijaya, I. W. K. (2019). A Reusable Balinese Calendar Engine. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 97(1), 267–278.
Sánchez-Martín, J.-M., Guillén-Peñafiel, R., & Hernández-Carretero, A.-M. (2025). Artificial Intelligence in Heritage Tourism: Innovation, Accessibility, and Sustainability in the Digital Age. Heritage, 8, 428–460. https://doi.org/10.3390/heritage8100428
Sharma, D. (2025). Bridging Tradition and Technology: Ethical Artificial Intelligence (AI) and the Preservation of Indigenous Knowledge in Fiji and the Pacific. International Journal of Social Sciences, Language and Linguistics, 05(10), 12–17. https://doi.org/10.55640/ijssll-05-10-03
Stuhldreier, M., & Fredriksson, M. (2026). Back to the Future or Knowledge Reborn – AI Restoration, Traditional Knowledge Protection, and the Dilemma of Authenticity. Culture Unbound, 18(1), 96–123. https://doi.org/10.3384/cu.5687
Suarioka, I. K., Suatjana, I. M., Bajing, I. P. G. P., Budayoga, I. B., & Marayana, I. G. (2021). Palalintangan Pada Koleksi Museum Bali (Kajian Fisual, Makna Upakara Bebayuhan). Denpasar.
Subagiasta, I. K. (2010, November). Hari Raya Galungan: Kajian Filosofis dan Teologi. Diambil 4 Agustus 2026, dari https://phdi.parisada.or.id/artikel.php?id=hari-raya-galungan-kajian-filosofis-dan-teologi-3 website: https://phdi.parisada.or.id/artikel.php?id=hari-raya-galungan-kajian-filosofis-dan-teologi-3
Sutrisno, S., Azis, A., Setyawan, M. B., Dewi, D. A., Hidayah, Y., Hakiki, M., … Fadli, R. (2025). Assessing Students’ Readiness for Artificial Intelligence-based Project Learning to Strengthen Local Wisdom Values in Indonesia. Cogent Education, 12(1), 1–23. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2582948
Tella, A., Jatto, E. O., & Ajani, Y. A. (2025). Preserving Indigenous Knowledge: Leveraging Digital Technology and Artificial Intelligence. IFLA Journal, 1–19. https://doi.org/10.1177/03400352251342505
Tirta, I. M., Sara, I. W. W., & Ratnadewi, A. A. I. (2026). The Scientific Aspects of the Balinese Wariga Calendar. Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Masyarakat, 4(1), 22–36. https://doi.org/10.19184/instem.v4i1.60005
Untara, I. M. G. S. (2025). Transformasi Ilmu Wariga Dalam Masyarakat Adat Buleleng Antara Tradisi Dan Modernitas. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 88–107. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4216
Wang, R. C., Hsieh, M. C., & Lai, L. C. (2026). From Tacit Knowledge Distillation to AI-Enabled Culture Revitalization: Modeling Knowledge Cycles in Indigenous Cultural Systems. Social Sciences, 15(1), 1–21. https://doi.org/10.3390/socsci15010007
Wurjantoro, E. (1989). Tinjauan Atas Penanggalan Prasasti Abad VIII - X Masehi. Dalam N. Magetsari, B. Sumadio, N. Nurhadi, H. Santiko, & R. P. Soejono (Ed.), Pertemuan Ilmiah Arkeologi V: Kajian Arkeologi Indonesia (hlm. 49–82). Yogyakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.
Zhang, L., Wang, Z., Yang, R., & Yi, Q. (2025). Digital Presentation and Interactive Learning for Intangible Cultural Heritage Preservation Using Artificial Intelligence. IEEE Access, 13, 126245–126260. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2025.3588520
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Gede Endy Kumara Gupta, Ni Wayan Sumertini

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

