ARTIFICIAL INTELLIGENCE: JEMBATAN PRESERVASI MEMORI KOLEKTIF KEBUDAYAAN HINDU
Kata Kunci:
Artificial Intelligence (AI), Preservasi, Memori Kolektif, Kebudayaan HinduAbstrak
Hindu memiliki kebudayaan bersifat abstrak dan bermakna dalam wadah memori kolektif, namun mendapatkan tantangan regenerasi sebagai akibat minimnya konstruksi terbaharukan yang mempermudah pemahaman umat. Kondisi ini berpotensi menjadikan tradisi maupun ritus dalam kebudayaan Hindu mengalami erosi memori bahkan termarginalisasi. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis artificial intelligence (AI) sebagai paradigma komputasi modern terkini, yang potensial memberikan kontribusi preservasi terhadap kompleksitas kebudayaan Hindu dengan memori kolektif sebagai akarnya. Data dalam tulisan ini dihimpun dengan metode observasi dan studi kepustakaan, serta dianalisis menggunakan teori memori budaya. Hasil yang dapat disampaikan adalah bahwa melalui ragam sajian komputasi di dalamnya, AI mampu melakukan penumbuhan kembali substansi memori kolektif kebudayaan Hindu baik melalui eksternalisasi, rekonstruksi, dan restorasi. Penumbuhan yang berhasil dilakukan kemudian diarsipkan secara digital maupun konvensional, sehingga tersedia data kebudayaan dengan jangkauan konsumen budaya dari berbagai dekade. Ketersediaan sumber belajar memori kolektif yang jelas dan menarik melalui proses AI, mendukung aktivasi memori dengan cara mempraktikkan, mengingat, dan merayakan substansi memori kolektif. Sajian modern AI sesuai dengan karakter generasi saat ini, sehingga memudahkan regenerasi identitas kultural di dalam memori kolektif.
Unduhan
Referensi
Adnyana, I Made Dwi Susila. (2021). Dharma Acarya: Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk Menembus Portal Revolusi Industri 4.0. Badung: Nilacakra.
Amaliyah., Erindah, Dimisyiqiyani (2026). Manajemen Kearsipan. Surabaya: Airlangga. University Press.
Asaniah, Neneng. (2019). Pelestarian koleksi langka melalui restorasi. Buletin Perpusatakaan Universitas Islam Indonesia, II (1), hlm. 93-104.
Damayanti, Eva. 2012. Hukum Merek Tanda Produk Industri Budaya: Dikembangkan dari Ekspresi Budaya Tradisional. Bandung: Alumni.
Destiyanti, Ika Candra., Pramowowardhani, Anggi. (2026). Neurosains Pendidikan. Jawa Barat: Divya Media Pustaka.
Encu, Asep., Sudarma, Momon. (2021). Kelas Berkarakter: Model Pembelajaran Berbasis Minat, Bakat dan Kemampuan. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Endraswara, Suwardi. (2016). Sastra Ekologis: Teori dan Praktik Pengkajian. Yogyakarta : CAPS.
Latiar, Hadira. (2018). Preservasi naskah kuno sebagai upaya pelestarian budaya bangsa. Al-Kuttab, V (1), hlm. 67-83.
Murtazza, Iqbal. (2025). reproduksi dan rekonstruksi budaya dalam konteks komunikasi islam. Jurnal Sahid Da’Watii, IV (1), hlm. 42-52.
Mutiara, Lathifah Nurul. (2024). Peran arsip dalam melestarikan budaya bangsa: sebuah kajian literatur. Journal of Economic and Management, I (1), hlm. 1-10.
Oematan, Finsensius., Junaedi, I Wayan Ruspendi. (2020). Salunglung Sabayantaka Bentuk Kepedulian Masyarakat Bali. Sumatera: CV. Azka Pustaka.
Putra, Henny Surya Akbar Purna (2020). Aspek fundamental dalam pengelolaan arsip warisan budaya. Buletin Perpusatakaan, III (1), hlm. 45-67.
Rosalia, Alderina., Francisco, Theo., Siswadi, Rony S. (2016). Memori kolektif dalam ruang arsitektur sebagai media analisis desain ruang dalam mengenang konflik sosial. ALIBI – Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, I (2), hlm. 1-13.
Situmorang, Dkk. (2026). Hindu dan Isu Sosial Kontemporer. Badung: PT Nilacakra Publishing House.
Susilo, Agus., Anwar, Khoirul., Agung, Leo S. (2025). Kontribusi narasi sejarah dalam pembentukan memori kolektif dan identitas sosial. JOEAI (Journal of Education and Instruction), VII (3), hlm. 242-251.
Suwantana, I Gede. (2024). Bahung Taringan: Prinsip, Metode dan Implikasinya. Badung: PT Nilacakra Publishing House.
Wahyuningsih dkk. (2025). Penyusunan bahan ajar berbasis comic ai sebagai media kreatif dalam pembelajaran di sekolah dasar negeri 3 lembar selatan. Darma Diksani, V (2), hlm. 128-140.
Wardani, Intan Fitria., Suparwoko. (2020). Recycle material sebagai media pembangkit memori kolektif pada bangunan gedung serbaguna jema’at ahmadiyah Indonesia. JATTECT, I (1), hlm. 40-54.
Wattimena, Reza A.A. (2016). Mengurai ingatan kolektif bersama maurice halbwachs, jan assmann dan aleida assmann dalam konteks peristiwa 65 di Indonesia. Studia Philosophica et Theologica, XVI (2), hlm. 164-196.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Made Danu Tirta

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

