Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi Berbasis Agama dan Kebudayaan dalam Membangun Ketahanan Moral Generasi Digital di Era Transformasi Digital
Kata Kunci:
Tat Twam Asi,, ketahanan moral, generasi digital,, kebudayaan Bali,, Pendidikan Agama HinduAbstrak
Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan, tetapi juga memunculkan tantangan moral, seperti menurunnya empati, cyberbullying, ujaran kebencian, dan rendahnya etika dalam berinteraksi di ruang digital. Artikel ini bertujuan menganalisis aktualisasi nilai Tat Twam Asi berbasis agama dan kebudayaan sebagai strategi membangun ketahanan moral generasi digital. Penulisan artikel menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Tat Twam Asi melalui Pendidikan Agama Hindu serta kearifan lokal Bali, seperti Menyama Braya dan paras-paros salunglung sabayantaka, mampu menumbuhkan empati, toleransi, etika digital, dan tanggung jawab sosial. Nilai tersebut juga berkontribusi dalam mengurangi berbagai perilaku negatif di ruang digital. Dengan demikian, aktualisasi nilai Tat Twam Asi menjadi landasan yang relevan dalam membangun generasi digital yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.
Kata Kunci: Tat Twam Asi, ketahanan moral, generasi digital, kebudayaan Bali, Pendidikan Agama Hindu.
Unduhan
Referensi
Asya, A. F., Ramatni, A., Buaja, T., Muhimatun, S., Thoir , A., & Widiningsih, S. (2025). Manajemen Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Ketahanan Moral di Tengah Krisis Nilai Zaman Mod. Jurnal Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 91-103.
Jadidah , I. T., Alfarizi, M. R., Liza, L. L., Sapitri, W., & Khairunnisa, N. (2023). AnalisisPengaruh Arus Globalisasi Terhadap Budaya Lokal (Indonesia). Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 41-45.
Juniarta, K. D., Suryawan, I. G., & Gunawan, I. K. (2026). Implementasi Nilai Ajaran Tat Twam Asi dalam Membentuk Karakter Mulia Siswa di Smp Negeri 1 Singaraja. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 371.
Kartika, K. R. (2026). Tat Twam Asi Sebagai Kerangka Etika Relasional dalam Mengatasi Polarisasi Sosial di Ruang Digital. Widya Katambung: Jurnal Fisalfat Agama Hindu, 40.
Padmadewi, N. N., Sukadana, I. M., Artini, L. P., & Ana, K. T. (2025). Inclusive Education Practices with Balinese Local Values of “Menyama Braya” in a Primary Bilingual School in North Bali. Jurnal Kajian Bali, 261-262.
Sihu, M. (2021). Menciptakan Kerukunan Berbasis Agama dan Budaya: Pembelajaran Sosial dalam Relasi Hindu dan Muslim di Bali . Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 238.
Suranti, N. M., & Pradmawati, N. K. (2025). Applying Hindu Religious Principles In Elementary School Learning. Indonesian Journal of TeacherEducation, 144.
Sutarti, T. (2026). Nilai Tat Twam Asi Sebagai Fondasi Memperkuat Toleransi. Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu, 100-103.
Triantoro, M. (2026). Revitalising Moral Education In The Digital Age: Strategies For Character Building Among Generation Z Amidst The Tide Of Disinformation And The Decline Of Ethical Social Media Use. Indonesian Journal of Education (INJOE) , 425-426.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ni Nyoman Ayu Gita Cahyani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

