A Estetika Hindu di Era Kecerdasan Buatan: Mencari Harmoni melalui Perspektif Filsafat Seni
Kata Kunci:
Artificial Intelligence,, estetika Hindu,, filsafat seni, Satyam–Śivam–Sundaram, Taksu, DharmaAbstrak
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mentransformasi proses penciptaan, apresiasi, dan distribusi karya seni secara fundamental. AI menghadirkan peluang besar bagi inovasi artistik, pelestarian budaya, dan perluasan akses terhadap kreativitas, namun di sisi lain, AI memunculkan persoalan filosofis mengenai hakikat kreativitas, otentisitas, pengalaman estetis, serta keberlanjutan nilai-nilai spiritual dalam seni. Tulisan ini bertujuan menganalisis hubungan antara estetika Hindu dan perkembangan AI melalui perspektif filsafat seni, sekaligus merumuskan model harmonisasi yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai estetika Hindu. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan filsafat seni, hermeneutika filosofis, dan analisis konseptual. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional, serta kajian mengenai AI yang dianalisis melalui qualitative content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika Hindu dibangun atas kesatuan Satyam (kebenaran), ?ivam (kesucian), Sundaram (keindahan), dan Taksu sebagai energi spiritual yang tidak dapat direduksi menjadi kualitas visual semata. AI pada dasarnya bekerja melalui algoritma yang mampu mereproduksi bentuk artistik, tetapi belum memiliki kesadaran, intensionalitas, pengalaman religius, maupun dimensi spiritual yang menjadi fondasi pengalaman estetis dalam tradisi Hindu. AI tidak dapat diposisikan sebagai subjek artistik yang menggantikan manusia, melainkan sebagai instrumen kreatif yang harus diarahkan oleh nilai-nilai filosofis Hindu. Tulisan ini menawarkan Model Harmoni Estetika Hindu Berbasis Satyam–?ivam–Sundaram–Taksu–Dharma sebagai paradigma baru dalam pengembangan seni berbasis AI. Model ini menempatkan AI dalam kerangka Dharma, sehingga pemanfaatannya tidak hanya menghasilkan inovasi artistik, tetapi juga menjaga kesakralan simbol, memperkuat pengalaman estetis-spiritual, serta mendukung pelestarian seni dan kebudayaan Hindu di era transformasi digital.
Unduhan
Referensi
Anifowose, O. A., & Towolawi, S. A. (2026). Artificial Intelligence, Spiritual Authority, And Ethical Agency: A Philosophical Analysis Of Religious Guidance And Ritual Practices In The Digital Age. Jurnal Filsafat Indonesia, 9(1), 169-175.
Arsana, I. N. A., Susi, S., Gustina, L., & Aulia, R. (2026). Kemitraan Manusia Dan AI Di Era Digital: Refleksi Filosofis Berdasarkan Ajaran Hindu. Widya Katambung, 17(1), 67-81.
Azalia, D. A., Damayanti, N. Y., & Damajanti, I. (2026). Etika Dan Estetika Galeri Seni Rupa Universitas Di Era Digital. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 10-20.
Danika, I. W. S. G., & Wiranata, A. A. G. (2025). AI dan Konsep Dharma: Etika Kecerdasan Buatan dalam Bingkai Filsafat Hindu. Widya Katambung, 16(1), 63-76.
Donder, I. K., Maheswari, P. D., Krishnanandayani, J.D. (2025). Satyam Sivam Sundaram: Esensi Kebenaran, Kebajikan, Dan Keindahan Dalam Simbol Tarian Siva Nataraja Sebagai Hukum Semesta. Sanjiwani Jurnal Filsafat. 16(2). 123-144.
Estuningtyas, R. D., Wibowo, G., Syaefudin, A., & Rusanto, D. (2026). Seni Sebagai Media Dakwah: Penggunaan Seni Rupa Digital Sebagai Sarana Komunikasi Keislaman. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 80-89.
Herlyanto, L., & Ihwanny, R. (2026). Redefinisi Legitimasi Artistik Di Era Digital: Perspektif Seniman Indonesia Tentang Platform, Praktik, Dan AI. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 8(2), 340-354.
Isnaeni, D. S. (2026). Seni Rupa Dalam Bayang Mesin: Pertentangan Dan Transformasi Kreativitas Di Era AI. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 21-29.
Krishnanandayani, J. D., & Maheswari, P. D. (2024). Menatap Tuhan Dalam Harmoni Satyam, Sivam, Sundaram: Telaah Filosofis Atas Metafora Kosmik. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 15(2), 240-251.
Lassa, S. E. M., & Suryajaya, M. (2026). Autentisitas Karya Seni AI Menurut Fenomenologi Martin Heidegger. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 90-101.
Riswanti, S., Apriyanti, R., Nugroho, A., & Akhirson, A. (2026). Revitalisasi Memori Kolektif Betawi Pinggiran Melalui Seni Mural: Kajian Kawasan Eduwisata Rumah Budaya Depok. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 102-113.
Santabudi, B. (2026). Filsafat Seni Sebagai Dasar Etika Dan Estetika Dalam Penggunaan AI. Jurnal Senirupa Warna, 14(1), 1-9.
Sintia, N. K., & Rudiarta, I. W. (2024). Estetika Hindu Dalam Gerakan S?rya Namask?ra. Jurnal Yoga Dan Kesehatan, 7(1), 11-28.
Wahyudi, A. V. (2022). Analisis Struktur Koreografi Tari Pakujajar Berdasarkan Teori Mimesis Plato. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 8(2), 212-227.
Wicaksandita, I. D. K., & Wicaksana, I. D. K. (2025). ?iva Na?ar?ja: Konsep Estetika Hindu Dalam Seni Pertunjukan Wayang. Panggung, 35(3), 419-441.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Putu Ariyasa Darmawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

