Model Human In The Loop Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Siar Wacana Keagamaan Hindu Oleh Penyuluh Agama Di Kabupaten Klungkung
Kata Kunci:
Artificial Intelligence, Human In The Loop, Penyuluh Agama HinduAbstrak
Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang sekaligus tantangan riset terkait potensi bias dan komodifikasi ajaran dalam penyebaran informasi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Human-in-the-Loop (HITL) pada pemanfaatan AI dalam siar wacana keagamaan oleh penyuluh agama Hindu di Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aktivitas penyuluh dalam memproduksi konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung untuk penyusunan materi dharma wacana, pemetaan referensi, dan efisiensi pembuatan narasi konten. Namun, AI tidak memegang otoritas keagamaan. Seluruh keluaran AI wajib melalui validasi dan filter etis oleh penyuluh berbasiskan sastra suci (Weda, Bhagavad Gita, Sarasamuscaya, lontar Bali) serta pertimbangan Sulinggih dan pemangku. Dalam epistemologi Hindu, model HITL merefleksikan prinsip Wiweka Jnana kemampuan pemikiran kritis manusia untuk membedakan sat (kebenaran) dan asat (ketidakbenaran). Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI berkedudukan sebagai alat efisiensi komunikasi, sementara otoritas spiritual, etis, dan pemaknaan nilai budaya tetap sepenuhnya berada pada penyuluh agama. Model HITL menjadi formulasi strategis dalam menjaga kesakralan ajaran lokal di tengah arus transformasi digital.
Unduhan
Referensi
Agung, A., & Wiranata, G. (2025). AI dan Konsep Dharma?: Etika Kecerdasan Buatan dalam Bingkai Filsafat Hindu. 16(1), 63–76.
Andi Irawan Jaya, Untung Suhardi, I. W. B. (2022). PROSES PENYULUHAN AGAMA HINDU BERBASIS MEDIA DIGITAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI. Dharma Duta: Jurnal Penerangan Agana Hindu, 20(426).
Bagus, I., Yoga, K., Hindu, A., Tampung, N., & Palangka, P. (2025). INTEGRASI KECERDASAN BUATAN DALAM. 34–40.
Dana, W., & Dana, W. (2024). Widya dana. 2(2), 183–191.
Gustina, L., & Aulia, R. (2026). Kemitraan Manusia dan AI di Era Digital?: Refleksi Filosofis Berdasarkan Ajaran Hindu. 17(1), 67–81.
Luwestarini, N. K. (1964). Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu Dalam Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Terhadap Upacara Pitra Yadnya ( Studi Etnografi Di Desa Nagasepaha , Kecamatan Buleleng , Kabupaten Buleleng ). 5, 37–45.
Ngurah, I. G., Ketut, N., & Ratmini, S. (2020). Pemanfaatan Media Sosial Untuk Penyuluhan Agama Hindu. 4(1), 83–90.
Olfianie, H. S. & N. O. (2025). Jurnal Pasupati Vol. 11 No. 1 Jan-Juni 2025. Pasupati, 11(1), 75–88.
Setiawan, H., & Irawan, Y. (2025). Kecerdasan Buatan ( Artificial Intelligence / AI ) dan Agama dalam Kehidupan Manusia. 287–308.
Shadiqin, S. I., Fuadi, T. M., & Ikramatoun, S. (2023). AI DAN AGAMA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM ERA DIGITAL Sehat Ihsan Shadiqin 1)* , Tuti Marjan Fuadi 2) , Siti Ikramatoun 3) 1. 4(2), 319–333.
Sudarsana, I. K., Luh, N., & Liyana, P. (2024). Membentuk Karakter dan Kesadaran Lingkungan melalui Pendidikan Agama Hindu?: Tantangan dan Upaya Pengembangan di Era Globalisasi. 7(1), 228–242.
Suhardi, U. (2018). STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA HINDU ( Studi Pembinaan Umat Hindu di DKI Jakarta ). 9.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Putu Sri Marselinawati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

