Nyepi sebagai Refleksi Spiritual dalam Membangun Solidaritas Menuju Santi
Kata Kunci:
nyepi, solidaritas sosial, sāntī, spiritualitas Hindu, globalisasi, Tri Hita KaranaAbstrak
Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang tidak hanya memiliki dimensi ritual dan spiritual, tetapi juga memuat nilai sosial, ekologis, dan filosofis yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Artikel ini bertujuan menganalisis Nyepi sebagai refleksi spiritual dalam membangun solidaritas sosial menuju terciptanya s?nt? atau kedamaian di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis terhadap teks-teks Hindu, literatur akademik, dan artikel ilmiah terbaru mengenai Nyepi, spiritualitas Hindu, solidaritas sosial, serta transformasi budaya religius di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Nyepi mengandung nilai pengendalian diri, harmoni sosial, kesadaran ekologis, dan integrasi spiritual yang dapat menjadi modal sosial dalam memperkuat kohesi masyarakat Hindu. Spirit Nyepi lahir dari sejarah Tahun Baru Saka yang menekankan perdamaian dan penghargaan terhadap pluralitas setelah konflik antar suku di India. Dalam konteks kontemporer, pelaksanaan Catur Brata Penyepian menjadi bentuk resistensi terhadap budaya konsumtif, individualisme, dan krisis ekologis akibat globalisasi. Nilai-nilai Nyepi juga berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Artikel ini menegaskan bahwa Nyepi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mekanisme reflektif untuk memperkuat solidaritas sosial dan membangun kesadaran spiritual kolektif menuju kehidupan yang harmonis dan damai.
Unduhan
Referensi
Auliya, A. S., Nadera, S., & Aini, I. N. (2025). Studi Kualitatif tentang Dampak Dimensi Psikologis dan Spiritual dalam Puasa. Khulasah Islamic Studies Journal | E-ISSN, 07(1), 120–136. https://doi.org/10.55656/ksij.v7i1.272
Durkheim, E. (1992). The Elementary Forms of the Religious Life (Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta: IRCiSOD.
Durkheim, E. (1997). Pembagian Kerja dalam Masyarakat. Terjemahan Imam Baehaqi. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Eka Putri, N. M. F., Prawitasari, M., Dewicca Fatma Nadilla, & Rochgiyanti. (2025). The Ogoh-Ogoh Tradition in Maju Sejahtera Village, Karang Bintang Subdistrict, Tanah Bumbu Regency (1985–2024). JURNAL PENDIDIKAN IPS, 15(3), 655–667. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.3027
Fathoni, T. (2024). Konsep Solidaritas Sosial dalam Masyarakat Modern perspektif Émile Durkheim. Journal Of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129–147. https://doi.org/10.37680/jcd.v6i2.6402
Jumaidiyah. (2026). Transformasi Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Masyarakat Modern sebagai Dampak Globalisasi dan Perubahan Sosial. Journal of Islamic Social and Cultural Studies, 1(1), 1–15.
Kertisari, N. N., Supartini, N. M. L., Sulastri, N. K., Tantri, N. N., & Widiastuti, N. K. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Agama Hindu Dalam Pendidikan Karakter di SDN 2 Suranadi. Widya?: Jurnal Ilmu Pendidikan, (Spesial Isu Pendidikan), 227–242. https://doi.org/https://doi.org/10.63577/wid.vi.185
Lestari, R. N., & Achdiani, Y. (2024). Pengaruh Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Individualisme Masyarakat Modern. SOSIETAS, 14(2), 121–132. https://doi.org/10.17509/sosietas.v14i2.70149
MBA-HK. (2005). Panaturan. Palangka Raya: Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (STAHN-TP).
Narti, I. A. (2024). Teologi Tri Hita Karana dalam Praktik Kehidupan Sosial-Ekologis Masyarakat Hindu Bali. Jurnal Agama Hindu II, 5(1), 31–41.
Sari, I. P. (2025). Satu Suro dan Songkran: Makna Simbolik dan Religius Tahun Baru dalam Perspektif Budaya Jawa dan Thailand. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities, 6(02), 72–90. https://doi.org/10.22515/isnad.v6i02.12487
Sepi Wahyuni, N. W., Suastika, I. N., Adhi Utami, A. A. I., Yanti, P. R., Apriani, N. K., Purnama Dewi, N. P. S. W., … Sucitra, N. K. A. (2025). Revitalisasi Nilai Nilai Hindu dalam Tradisi Nyepi; Strategi Ketahanan Budaya dan Spiritual di Tengah Krisis Global. Ganesha Civic Education Journal, 7(2), 175–183. https://doi.org/10.23887/gancej.v7i2.6208
Septiani, P. S., Kariarta, I. W., & Sunampan Putra, I. W. (2025). Esensi Nyepi Adat di Desa Adat Banyuning Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng (Kajian Teologi Hindu). Jnanasiddhanta?: Jurnal Teologi Hindu, 6(2), 9–22.
Sharma, D. (2015). Religious Pluralism in Ancient India: Unravelling the Tapestry of Coexistence and Cultural Exchange. International Journal of Research and Analytical Reviews, 2(4), 437–444. https://doi.org/10.5281/zenodo.10813011
Somvir. (2005). 108 Mutiara Weda. Denpasar: PANAKOM Publishing.
Surpi, N. K. (2022). Nyepi and the Efforts to Save the Environment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1111(1), 1–6. Depok-Indonesia: Institute of Physics. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1111/1/012084
Sushanti, N. L. P. I. (2024). Pendidikan Kesadaran Ligkungan Berbasis Ajaran Wana Kertih dalam Tradisi Hindu. Widyalaya: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 222–229.
Sutrisno, M. (2013). Krisis Peradaban. Yogyakarta: Kanisius.
Titib, I. M. (1988). Pedoman Pelaksanaan Nyepi. Denpasar: Pemda TK. I Bali, Proyek Penyuluhan dan Penerbitan Buku Agama.
Warta, I. N. (2017). Antusias Umat Hindu dalam Pelaksanaan Upacara Tawur Kesangan Nasional di Candi Prambanan Saka 1939. Widya Aksara?: Jurnal Agama Hindu, 22(1), 1–2. https://doi.org/https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v22i1.15
Whitehead, A. N. (2009). Mencari Tuhan Sepanjang Zaman: Dari Agama Kesukuan Hingga Agama Universal. Bandung: Mizan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agung Adi, Ervantia Restulita, I Gusti Agung Darmawan, Anak Agung Istri Sugiandari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

