PERENIALISME : Payung Bersama Kehidupan Beragama di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33363/sn.v0i2.68Kata Kunci:
Perenialisme, Eksistensi, AgamaAbstrak
Belakangan ini muncul berbagai persoalan yang mengusik ketentraman sebagai bangsa, persoalan-persoalan kekerasan dalam masyarakat dan tak jarang sampai menimbulkan ketidak nyamanan dalam kehidupan masyarakat, terutama ketika agama masuk ke wilayah politik praktis. Agama sesungguhnya dimaksudkan sebagai panduan moralitas manusia, dan dengan itu mereka akan menemukan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaannya. Kesadaran beragama diharapkan dapat membangkitkan kesadaran tentang betapa penting dan bernilainya kehadiran orang lain yang mungkin memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri. Kesadaran tentang pentingnya kehadiran orang lain sehingga memberikan peluang bagi eksistensi diri serta tumbuhnya kesantunan individu dan kesalehan sosial menjadi tujuan pendidikan agama.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
