Praktek Yoga sebagai Realisasi Metode Fenomenologi dalam Mewujudkan Moderasi Beragama
DOI:
https://doi.org/10.33363/sn.v0i2.76Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan sebuah metode resolusi konflik kehidupan beragama yang kerap terjadi di Indonesia. Indonesia sebagai bangsa besar yang terdiri dari berbagai ras, etnis, suku dan agama memang sangat rawan mengalami konflik. Timbulnya konflik kerapkali diawali oleh sikap keagamaan yang kurang tepat seperti absolutisme, ekslusivisme, fanatisme, ekstremisme dan agresivisme. Sikap keagamaan tersebut seakan menjadi penyakit yang menggerogoti toleransi. Dalam Filsafat Perenial, setiap agama dipandang memiliki kebenaran yang sama walaupun secara eksoteris tampil dalam busana yang berbeda. Olehnya untuk menghindari adanya klaim kebenaran dari masing-masing pemeluk agama, metode fenomenologi yang terwujud dalam metode dialog antar pemeluk agama dapat dilakukan. Praktek yoga asana secara kolektif mampu menghadirkan banyak orang dengan latar belakang beragam dapat dijadikan sebuah wadah membangun dialog yang intensif. Dialog yang baik, dikarenakan terbangun fibrasi positif dari praktek yoga akan mampu mendorong lahirnya keharmonisan antar sesama, termasuk diantara pemeluk agama yang berbeda dan mewujudkan moderasi beragama.
Kata Kunci: Agama, Yoga Asana, Dialog, Moderasi
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
