Menggali Pesan-pesan Perennialisme dalam Ajaran Agama: Menuju Masyakat Indonesia yang Toleran
DOI:
https://doi.org/10.33363/sn.v0i2.82Kata Kunci:
Perennialisme, ToleranAbstrak
Agama seringkali dimanipulasi untuk kepentingan kelompok, sehingga pesan-pesan universalnya menjadi terlupakan atau terabaikan merupakan filsafat perennial yang bertujuan untuk mengembalikan nilai kebenaran universal dari agama. Perennialisme mengklaim bahwa tradisi teologis abad pertengahan telah kehilangan basis ontology-metafisisnya di dalam agama itu sendiri, yakni melupakan nilai spiritualitas yang menjadi hakikat penting dari agama itu sebagai tali yang menghubungkan Tuhan dengan mahluknya. Kebenaran universal itu tidak hanya berlaku pada kelompok-kelompok agama, tetapi bahkan pada level individu yakni penganut agama dan yang tidak beragama itu sendiri, sebagai ia juga sebagai manusia yang rasional.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Naskah yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Dengan lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk:
- Berbagi: Menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun.
- Adaptasi: Mencampur, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
- Atribusi (Attribution): Anda harus memberikan kredit yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak menunjukkan seolah-olah pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Berbagi Serupa (ShareAlike): Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.
